Sebagian kisah..bersamanya

Melalui ini, ingin kuceritakan pada dunia. Bagaimana mama di mataku, di dalam hidupku

Mama, masih kuinget kenangan dulu waktu aku TK.. mama yang selalu nganterin aku dan nemenin aku belajar di sana.. TK Darun Naim.
Masih kuingat sabarnya mama menunggui aku belajar terus sampai selesai. Saat masuk SD pun juga begitu.
Aku yang dulu tidak berani belajar sendirian, selalu ada mama yang ikut ke dalam kelas. Bahkan pernah pembantuku diminta untuk menggantikan mama sehari atau dua hari ketika mama tidak bisa menemani aku.
Entah dulu apa sebabnya aku begitu takut sekolah sendirian. Mungkin karena saat kecil, sering kali aku dipaksa ke dokter dan disuntik.
Ya, karena dari kecil aku terkena Amandel yang musti dioperasi saat aku masuk SD.
Jadi begitu di SD sering ada acara suntik massal (entah Polio, Hepatitis, atau apalah), pasti aku kabur dari sekolah.. hehehe



Mama, masih teringat saat aku dirawat di RS Sumber Waras untuk dioperasi amandel waktu aku umur 4.5 atau 5 tahun.
Sebelum aku masuk perawatan intensif disana, mama lah yang selalu membawaku untuk check up atau tes darah setiap minggunya kesana. Setiap kali dari RS, pasti mama selalu membawaku ke Topaz  untuk main disana  agar aku terhibur setelah disuntik terus-terusan (Topaz itu semacam tempat seperti TIMEZONE, yang dulu lokasinya di ROXY Square ,sebelum akhirnya Topaz ditutup bangunannya kemudian diganti Roxy).

Mama yang dulu dengan sabarnya mengajakku ke Topaz, untuk main sepuasnya sampai aku tidak sedih lagi selesai disuntik.

Lalu ketika aku masuk perawatan, dan pihak RS (termasuk para suster yang galak) yang tidak mengizinkan orangtua menunggui di dalam (dan hanya boleh masuk ketika jam besuk), aku benar-benar kangen dan berharap mama ada disana nemenin.
Sungguh aneh memang, jaman dulu, RS justru tidak membolehkan orangtua menunggui anaknya yang sedang sakit, dan bahkan yang mau dioperasi

Masih segar dalam ingatanku, ketika mama dan bapa nekat menerobos masuk untuk menemuiku di kamar karena melihat aku sendirian yang berguling-guling kesakitan setelah siuman dari operasi.
Mama ketakutan melihat aku yang kesakitan, namun ranjangku yang tidak ditutup oleh perawat (khawatir aku jatuh).

 Mama.. aku masih ingat semuanya ma..
Mama yang datang membawakan aku boneka untuk bisa menemani aku di RS... mama dan bapa yang melongok lewat jendela samping yang banyak semak-semak.
Andai mama tahu, sewaktu aku dibawa ke ruang operasi, aku hanya bisa menatap mama dari jauh dan berkata dalam hati "mama, temani aku ma... aku takut"

--- ++----


Mama, aku juga masih ingat, waktu di TK ada acara ke Ragunan, kita berdua naik gajah (yang bau nya luar biasa ya ma.. hehehe) sampai akhirnya kesorean dan ditinggal pulang oleh bis TK.


Mama bercerita kalau esoknya mama menghadap ke kepala sekolah TK nya, untuk memarahi mereka karena aku dibiarkan ditinggal di sana.
Hehehe... jujur aku senang mama bisa melihat mama marah, karena mama jarang sekali bisa marah.
Tapi demi anaknya, ternyata mama bisa marah.... (senangnya...)

----++------

Mama, aku juga masih ingat dulu mama suka ninggalin aku 1-2 minggu karena penataran atau tugas di luar kota (biasanya penataran di Bandung).
aku suka kangen mama... sampai nangis di kamar.
Tapi tiap kali mama pulang, pasti ada aja boneka yang dibawa mama untuk aku... sampai penuh kasurku isinya boneka dari mama

--++-----
Mama, mama adalah segalanya buat aku..
Apapun yang terjadi sama aku, pasti mama mengetahuinya. Mama adalah pendengar curhatku yang paling baik.. yang paling penyayang dan mengerti aku.
 

Setiap aku ulang tahun, mama lah orang pertama yang selalu ingat untuk mengucapkan, dan memberikan aku ciuman di pipi tiap paginya...
mama selalu memberikan aku kejutan berupa kado yang tiap tahun selalu aja berbeda.


Mama..
aku kangen mama..
Kangen mendengar suara mama.. yang selalu mengetuk pintu kamarku untuk membangunkan aku sholat subuh... pamitan kerja... datang ke kamarku untuk menciumku sebelum berangkat kerja....
menanyakanku sudah makan atau belum...... menanyakanku untuk mau dimasakin apa.... menanyakan aku apakah mau dibawakan makanan kesukaan aku atau tidak..... menanyakan aku bagaimana aku seharian ini....
capek atau tidak.... dan banyak lagi...

Mama... mama..... hanya mama yang begitu menyayangiku sampai begitu....

Mama... masih aku ingat saat aku sakit Tipus dan DBD berhari-hari di rumah sakit, mama lah yang menungguiku siang malam.
Mama yang menyuapiku ketika aku susah makan.. membasuh tubuhku ketika aku tidak kuat untuk mandi sendiri.. dan selalu membuatkan makanan apapun yang aku mau.....

Maafkan anakmu ini ya ma..kalau selama ini aku sudah menyusahkan mama.. dengan semua permintaan manjaku....
maafkan aku mama jika aku belum bisa memberikan perhatian yang sama besarnya seperti mama kepadaku....tapi aku sayang sama mama..sangat sayang sama mama.,

----+++-----
Mama... tahukah mama, ada beberapa penyesalan dalam hatiku
Aku menyesal.. kenapa saat mama sakit, justru aku menerima tugas dari jurusan untuk ikut workshop di Jogja selama 5 hari.
Aku menyesal menerima itu, karena di saat aku jauh dari mama, saat itu lah mama didiagnosa kena diabetes juga...
Aku menyesal tidak bisa menjaga makanan mama selama mama sakit, hingga justru mama malah ditambah kena diabetes, dan justru makin memperparah penyakit Anemia Aplastic mama...
Andai aku tidak berangkat ke Jogja, aku pasti masih bisa berada di samping mama untuk menjaga mama.. merawat mama, dan melarang mama untuk makan makanan yang tidak dibolehkan dokter

Mama... aku juga menyesal, aku belum bisa secepatnya membawa mama ikut Umroh bersamaku... sengaja aku pending berangkat sendirian tahun 2018, karena aku ingin berangkat bersama mama tahun depan....
Tapi justru mama sudah meninggalkan aku lebih dulu..

Mama... aku juga menyesal, saat mama bilang suka dengan jam tanganku... dan ingin membeli yang sama denganku, aku justru kenapa tidak memberikan jam tanganku saja kepada mama..agar mama bahagia...
tapi tahukah mama, aku sudah berniat membelikan mama jam tangan yang sama denganku di hari ulang tahun mama...? di hari ini.... di ulang tahun mama yang ke 61 hari ini....
Andai mama tahu,,, dan masih ada di sini bersamaku... kita rayakan ulang tahun mama bersama-sama lagi ma... seperti dulu....
 








Mama, aku juga menyesal, kalau sore itu seharusnya aku kembali ke rumah sakit menengok mama... harusnya aku bisa membaca tanda-tanda mama akan pergi....
Mama... andai mama tahu, saat aku pergi meninggalkan mama sejenak pagi itu, aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam benakku ma...
Mama bahkan sempat memberikan pesan kepadaku untuk mengingatkan bapak di rumah soal arisan yang belum sempat dibayar....
Harusnya aku tahu.... mama tidak pernah berkata "mama mau titip pesan.." sebelumnya, dan baru kali ini.... mama berkata begitu..

Harusnya aku bisa memahami ada yang janggal dari kata-kata mama sebelum aku pergi...
Maafkan aku ma... harusnya aku kembali menjenguk mama sorenya.... tapi justru aku malah pergi.
dan cuma penyesalan di besok paginya, aku telah kehilangan mama....
Mama... maafkan aku ma.
Andai aku bisa berada di sampingmu saat itu.

Mama.... andai mama tahu, selama 7 hari setelah aku kehilangan mama, aku selalu bermimpi mama.... mama seperti belum pergi... mama masih terasa ada di dekatku...
Bahkan masih aku ingat, di dalam mimpiku mama berkata.. "Mama gak kemana-kemana kok.. mama di sini.."
Ya Allah.... betapa aku ingin mama benar-benar ada di sini....

Mama... seandainya mama bisa mengetahui.. apa yang aku rasakan sekarang ini tanpa mama...
Seperti ada yang direnggut dari hati, dan itu rasanya sakit.
Sampai kini aku selalu saja menangis jika aku ingat saat mama pergi.... saat mama tidak lagi bangun membuka mata begitu aku panggil mama... saat aku teringat mama hanya terdiam...dan tidak bangun lagi....

Mama.. di hari ulang tahun mama hari ini yang ke 61...
aku ingin mengucapkan.. Selamat ulang tahun mama.... selamat ulang tahun ibuku tercinta
Semoga mama disana selalu dijaga oleh Allah SWT...
Semoga mama disana bahagia...
karena aku yakin, Allah sangat menyayangi mama.... karena itu Allah memanggilmu secepat ini...
Aku yakin, Allah tidak mau mama merasakan sakit lebih lama lagi....karena itu Dia memanggilmu ma...
Mama adalah ibu terbaik yang pernah aku miliki.... aku yakin Allah akan menjaga dan menyayangimu disana...Amien ya Allah...

Mama..aku menyayangimu.
selamanya.... sampai akhir hayatku..
mama adalah segalanya untukku..


(Peluk dan sayang dari putrimu yang merindukanmu)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
UNIVERSITAS TRISAKTI - Takwa Tekun Terampil - Asah Asih Asuh - Setia Satria Sportif

Total Pageviews